Program Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Penerima Manfaat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 60 juta penerima dan menciptakan lapangan kerja, dinyatakan berhasil secara statistik….
Program Makan Bergizi Gratis Capai 60 Juta Penerima Manfaat
wowresumetemplates.com — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan lebih dari satu tahun dan berhasil menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Penerima program ini mencakup berbagai kelompok rentan, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga ibu menyusui.
Keberhasilan yang Melampaui Dugaan
Dalam sebuah acara koordinasi pemerintah pusat dan daerah di Sentul, Jawa Barat, Presiden menyatakan capaian ini menunjukkan keberhasilan program secara statistik. “Tidak ada yang menduga kita mampu mencapai angka sebesar ini dalam waktu sekitar satu tahun empat hingga lima bulan,” ujarnya.
Prabowo mengakui bahwa sejak awal banyak pihak meragukan kelancaran program MBG. Berbagai prediksi negatif bermunculan, termasuk kekhawatiran akan terjadinya kasus keracunan massal akibat distribusi makanan yang masif.
Angka Kejadian yang Sangat Minimal
Namun, menurutnya, realita di lapangan membuktikan sebaliknya. Ia memberikan perbandingan bahwa bahkan di restoran ternama sekalipun, insiden keracunan bisa terjadi. “Jika kita hitung rasio jumlah kejadian keracunan dibandingkan miliaran paket makanan yang telah dibagikan, angkanya sangat kecil, sekitar 0,008 atau 7,” jelas Prabowo.
Dari data tersebut, ia menyimpulkan bahwa tingkat keberhasilan operasional program ini mencapai 99,99 persen. “Artinya, secara statistik, Program MBG harus dinyatakan berhasil,” tegasnya.
Dampak Positif di Bidang Ketenagakerjaan
Selain dampak langsung terhadap pemenuhan gizi masyarakat, program MBG juga berkontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi secara aktif.
Selain itu, masih terdapat 13.829 dapur lainnya yang sedang dalam proses penilaian kelayakan operasional. Keberadaan infrastruktur pendukung ini telah membuka kesempatan kerja bagi banyak orang.
“Dengan 22 ribu dapur yang beroperasi saja, kita telah menciptakan lapangan kerja untuk sekitar satu juta orang. Setiap dapur melibatkan rata-rata 50 orang yang digaji secara rutin,” papar Presiden mengenai multiplier effect dari program ini.
Pencapaian Program Makan Bergizi Gratis ini menunjukkan bagaimana sebuah kebijakan sosial tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja yang inklusif.
