Pemikiran KH Abdul Wahab Hasbullah Relevan Jawab Tantangan Zaman

Wapres Ma’ruf Amin menyebut pemikiran visioner pendiri NU relevan untuk menjawab kompleksitas tantangan di abad kedua organisasi….

Pemikiran KH Abdul Wahab Hasbullah Relevan Jawab Tantangan Zaman

Pemikiran KH Abdul Wahab Hasbullah Relevan Jawab Tantangan Zaman

wowresumetemplates.com — Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, menilai bahwa pemikiran Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Hasbullah, yang tertuang dalam sebuah buku karya KH Abdul Mun’im DZ, tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman yang kian kompleks dan sarat dengan ujian.

Menurut Ma’ruf, situasi yang dihadapi para pendiri NU pada awal abad ke-20 tidaklah lebih ringan dibandingkan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, beliau berharap buku setebal 274 halaman yang terbagi dalam enam bab tersebut dapat menginspirasi lahirnya generasi penerus yang memiliki semangat dan visi kebangsaan yang tangguh, khususnya dalam menyongsong abad kedua perjalanan NU.

Zaman yang Penuh Ujian

“Jika kita merujuk pada kitab I’anatut Thalibin, di sana disebutkan oleh Shahibul I’anah bahwa ‘fainnaz zamana maftunun’—zaman ini telah penuh dengan fitnah—dan penduduknya telah meninggalkan kebenaran, kecuali sedikit orang yang dikehendaki Allah,” ujar Ma’ruf Amin dalam sebuah kesempatan di Auditorium KH M Rasjidi, Jakarta Pusat.

Beliau menambahkan, kondisi dimana banyak hal telah mengalami perubahan atau ‘tahwilat’ sudah sangat masif terjadi. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya keteguhan dalam memegang prinsip kebenaran di tengah arus zaman.

Tantangan yang Lebih Kompleks

Ma’ruf Amin menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama pada masa kini bahkan lebih rumit dibandingkan dengan era sebelumnya. Kompleksitas persoalan yang muncul, baik dari dalam maupun luar negeri, menuntut pendekatan yang lebih visioner dan kontekstual.

“Seratus tahun ke depan, jika kita melihat keadaan sekarang, tentu tidak akan lebih mudah atau lebih gampang dari masa lalu. Justru saat ini segalanya lebih kompleks,” tegasnya.

Aktualisasi Pola Pikir Visioner

Dalam menghadapi abad kedua NU, diperlukan upaya untuk merumuskan kembali semangat perjuangan yang telah dirintis oleh para pendiri organisasi. Gagasan-gagasan brilian KH Abdul Wahab Hasbullah dinilai perlu untuk diaktualisasikan kembali agar dapat menjawab dinamika zaman yang terus bergerak.

“Dalam menyongsong 100 tahun kedua Nahdlatul Ulama, saya kira pola pikir yang dikembangkan oleh Hadratussyaikh Kiai Wahab Hasbullah ini dapat menjadi rujukan kita. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita mengaktualkan kembali cara berpikir yang visioner ini untuk konteks kekinian,” pungkas Ma’ruf Amin.