Pembersihan Kantor Pemerintahan Aceh Tamiang Pasca Bencana Terus Berjalan
Kantor pelayanan publik di Aceh Tamiang dibersihkan dari lumpur pasca bencana oleh praja IPDN dan petugas, didukung KSP….
Pembersihan Kantor Pemerintahan Aceh Tamiang Pasca Bencana Terus Berjalan
ANGKARAJA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari memastikan proses pembersihan dan pemulihan fasilitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus dilaksanakan secara intensif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Sinergi Praja IPDN dan Tenaga Profesional
Qodari secara langsung mendatangi dan memberikan semangat kepada sejumlah praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tengah bertugas membersihkan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Aceh Tamiang. Kantor yang berfungsi sebagai dinas pelayanan terpadu ini dibersihkan melalui kerja sama antara para praja dengan petugas dari PT Wika.
Penugasan para praja ini berasal dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang sekaligus memimpin Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra. Kehadiran mereka di lokasi bencana merupakan wujud implementasi tugas belajar sekaligus pengabdian langsung kepada masyarakat.
Progres Pembersihan yang Signifikan
“Dalam kurun beberapa hari bekerja, material lumpur telah berhasil dikeluarkan dari dalam gedung. Lantai dasar sudah mulai terlihat dan sedang dalam proses pembersihan menyeluruh,” ujar Qodari seperti dikutip dari Antara, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan bahwa setelah tahap pembersihan, proses selanjutnya akan berfokus pada perbaikan struktur dinding dan bagian lain agar gedung dapat kembali berfungsi optimal. Qodari juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh praja yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Makna Kebersamaan dalam Kebangsaan
Lebih dari sekadar aktivitas fisik, Qodari menekankan nilai simbolis dari aksi gotong royong ini. Menurutnya, bantuan dari praja yang berasal dari berbagai penjuru tanah air mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa kebangsaan yang kuat dalam menghadapi musibah.
“Bencana terjadi di Aceh Tamiang, namun yang turun tangan membantu adalah para praja dari seluruh Indonesia. Keindahan dan solidaritas bangsa Indonesia terpancar nyata di tempat ini,” jelasnya.
Qodari berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga fasilitas pelayanan publik tersebut segera dapat beroperasi kembali dan melayani kebutuhan masyarakat Aceh Tamiang dengan layanan yang prima.
