Kejaksaan Agung Dinilai Lembaga Hukum Paling Progresif Berantas Korupsi

Pakar hukum menilai Kejaksaan Agung menunjukkan kinerja paling produktif dan konsisten dalam pemberantasan korupsi di Indonesia….

Kejaksaan Agung Dinilai Lembaga Hukum Paling Progresif Berantas Korupsi

Kejaksaan Agung Dinilai Lembaga Hukum Paling Progresif Berantas Korupsi

wowresumetemplates.com — Pakar hukum dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, memberikan penilaian bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini merupakan lembaga penegak hukum yang paling progresif dan produktif dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air.

Menurut analisis Suparji, meskipun secara teori terdapat beberapa lembaga penegak hukum dengan kewenangan yang setara, performa Kejaksaan Agung menonjol dalam menjawab tantangan penegakan hukum yang dihadapi saat ini.

Kinerja Nyata yang Membentuk Persepsi Publik

Suparji menjelaskan bahwa persepsi publik yang menempatkan Kejaksaan sebagai lembaga hukum terunggul tidaklah muncul tanpa dasar. Pandangan tersebut, menurutnya, merupakan cerminan langsung dari kinerja nyata yang ditunjukkan oleh Kejagung di lapangan.

“Menindak korupsi saat ini ibarat memancing di kolam yang penuh ikan. Pelakunya ada di mana-mana. Namun, lembaga yang paling produktif dalam menangkap ‘ikan’ tersebut adalah kejaksaan,” ujar Suparji dalam sebuah kesempatan.

Konsistensi dalam Menangani Perkara Besar

Lebih lanjut, Suparji membandingkan peran lembaga penegak hukum lainnya. Meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki fokus khusus dan Kepolisian memiliki kewenangan luas sebagai penyidik utama, progresivitas Kejaksaan Agung dinilai lebih konsisten dan terukur, terutama dalam mengeksekusi perkara-perkara korupsi berskala besar.

“Semua kembali pada kemauan dan progresivitas masing-masing lembaga. Dalam hal ini, Kejaksaan telah menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi,” tambahnya.

Pernyataan ini menggarisbawahi pencapaian Kejaksaan Agung yang dianggap mampu menjaga momentum dan konsistensi dalam upaya pemberantasan korupsi, sehingga membentuk kepercayaan dan persepsi positif di mata publik.