Arus Balik Lebaran 2026: Stasiun Utama Jakarta Catat Lonjakan Penumpang
Stasiun Pasar Senen dan Gambir jadi episentrum kedatangan penumpang arus balik Lebaran dari berbagai kota di Jawa. KAI siagakan penambahan petugas….
Arus Balik Lebaran 2026: Stasiun Utama Jakarta Catat Lonjakan Penumpang
Gelombang arus balik usai perayaan Idul Fitri 2026 mulai terasa di sejumlah stasiun kereta api utama. Data pergerakan penumpang menunjukkan lonjakan signifikan, dengan Stasiun Pasar Senen memimpin sebagai titik kedatangan tertinggi. Pada tanggal 29 Maret 2026, stasiun tersebut mencatat kedatangan sebanyak 18.753 penumpang.
Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Gambir dengan 15.689 penumpang yang tiba pada hari yang sama. Lonjakan ini tidak hanya terjadi di stasiun pusat ibu kota, tetapi juga merambat ke stasiun-stasiun penyangga di sekitarnya.
Pergerakan di Stasiun Penyanggah
Data pergerakan juga menunjukkan aktivitas tinggi di stasiun-stasiun lain yang berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Stasiun Bekasi mencatat total 7.436 penumpang yang tiba, disusul oleh Stasiun Jatinegara dengan 5.195 penumpang, dan Stasiun Cikarang dengan 3.014 penumpang.
Berdasarkan pantauan, puncak arus balik diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal April 2026. Data sementara menunjukkan tren kedatangan yang tetap tinggi dalam beberapa hari berikutnya. Pada 30 Maret, jumlah penumpang yang tiba tercatat 49.267 orang, kemudian 44.364 orang pada 31 Maret, dan 33.034 orang pada 1 April.
Asal Kota Penumpang dan Kesiapan Layanan
Mayoritas penumpang yang tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 1 Jakarta berasal dari berbagai kota di Pulau Jawa. Kota-kota asal utama meliputi Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Jember, Purwokerto, Bandung, Malang, Solo, Tegal, Madiun, dan Kutoarjo.
Menghadapi puncak arus balik ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah memastikan kesiapan layanan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang. Langkah yang diambil antara lain penambahan jumlah petugas di lapangan dan penguatan sistem keamanan.
Upaya tersebut mencakup penambahan tenaga kebersihan untuk kereta dan area stasiun, serta bantuan petugas keamanan dari unsur TNI dan Polri. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi kepadatan dan memastikan perjalanan pulang usai mudik berjalan lancar dan tertib.
