Genteng Komposit Biomassa BRIN: Ringan, Kuat & Ramah Lingkungan
BRIN kembangkan genteng komposit berbasis biomassa, solusi atap ringan dan tahan gempa untuk dukung target Net Zero Emission Indonesia….
Genteng Komposit Biomassa BRIN: Ringan, Kuat & Ramah Lingkungan
Peneliti dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sukma Surya, berhasil mengembangkan inovasi material konstruksi berupa genteng komposit berbasis biomassa. Genteng ini dirancang memiliki sejumlah keunggulan utama: lebih ringan, kuat, serta ramah lingkungan, sehingga menawarkan alternatif bahan atap bangunan yang lebih baik.
Material Inovatif dari Sumber Terbarukan
Genteng komposit ini dibuat dari material biomassa atau lignoselulosa yang berasal dari sumber daya terbarukan. Proses pembuatannya dimulai dengan mengolah biomassa menjadi partikel-partikel kecil menggunakan peralatan khusus seperti ring flaker, drum chipper, dan hammer mill.
Partikel tersebut kemudian disortir berdasarkan ukuran, dikeringkan hingga mencapai kadar air tertentu, dan dicampur dengan perekat. Campuran ini lalu diproses melalui serangkaian tahapan, mulai dari mat forming, cold press, hingga hot press molding, hingga akhirnya terbentuk menjadi genteng komposit yang siap pakai.
Solusi untuk Daerah Rawan Bencana dan Dukung NZE
Pengembangan genteng ini tidak lepas dari pertimbangan kondisi geografis Indonesia yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga rentan terhadap gempa bumi. Beratnya material atap konvensional sering kali menjadi penyebab cedera saat terjadi gempa.
“Pada banyak kejadian gempa, korban cedera terjadi akibat tertimpa genteng yang berat. Oleh karena itu, kami mengembangkan genteng komposit yang lebih ringan namun tetap memiliki kekuatan mekanis yang baik,” jelas Sukma Surya.
Keunggulan dan Manfaat Lingkungan
Selain ringan dan kuat, genteng komposit biomassa ini memiliki sejumlah keunggulan lain. Material ini bersifat tahan air dan memiliki ketahanan api dengan laju pembakaran yang lebih lambat dibandingkan material sejenis.
Yang tak kalah penting, inovasi ini merupakan langkah nyata menuju konstruksi yang berkelanjutan. Pemanfaatan material berbasis biomassa diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060. Dengan menggantikan material yang lebih intensif karbon, genteng komposit ini menjadi salah satu solusi hijau untuk industri konstruksi di tanah air.
