Stimulus Ekonomi Rp 12,83 Triliun Digelontor untuk Pacu Kuartal I 2026
Pemerintah fokus pada bansos pangan dan insentif transportasi, termasuk diskon tiket pesawat, tol, kereta, dan angkutan laut….
Stimulus Ekonomi Rp 12,83 Triliun Digelontor untuk Pacu Kuartal I 2026
wowresumetemplates.com — Pemerintah secara resmi meluncurkan paket stimulus ekonomi berskala besar senilai Rp 12,83 triliun. Langkah ini bertujuan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I tahun 2026. Fokus kebijakan di awal tahun ini diarahkan pada dua hal utama: penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan dan pemberian berbagai insentif untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, mulai dari diskon tiket pesawat hingga potongan tarif jalan tol.
Perubahan Strategi Stimulus
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memaparkan perbedaan strategi stimulus tahun ini. Pada kuartal pertama tahun sebelumnya, deflasi sempat terjadi didorong oleh kebijakan diskon tarif listrik. Namun, skema tersebut tidak dilanjutkan pada tahun 2026.
Sebagai penggantinya, pemerintah memilih untuk berkonsentrasi memberikan stimulus di sektor transportasi. Tujuannya jelas: mendongkrak konsumsi dan mobilitas masyarakat yang berdampak langsung pada perputaran roda perekonomian.
Rincian Insentif Transportasi
Paket insentif transportasi dirancang cukup komprehensif, menjangkau berbagai moda. Untuk angkutan udara, pemerintah memberikan diskon melalui skema pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah. Skema ini khusus berlaku untuk tiket kelas ekonomi pada penerbangan domestik.
Potongan Tarif Lengkap
Selain diskon tiket, tarif jasa bandara yang dikelola Angkasa Pura juga akan mendapat potongan hingga 50 persen. Diskon harga avtur turut menjadi bagian dari paket kebijakan ini.
“Kami memberikan diskon untuk penerbangan sekitar 16 persen, antara lain melalui PPN ditanggung pemerintah untuk tiket kelas ekonomi domestik. Kemudian, Angkasa Pura akan memberikan diskon 50 persen untuk tarif bandara,” jelas Airlangga usai menghadiri Indonesia Economic Summit 2026, Selasa (3/2/2026).
Insentif tidak berhenti di udara. Pemerintah juga menyiapkan diskon sekitar 30 persen untuk tarif angkutan laut dan kereta api. Sementara itu, pengguna jalan tol akan menikmati potongan tarif sebesar 20 persen.
Dukungan Regulasi dan Bansos Pangan
Di sisi regulasi, kebijakan work from anywhere (WFA) sedang dalam tahap penyusunan aturan oleh Kementerian PANRB dan Kementerian Ketenagakerjaan. Regulasi ini diharapkan dapat memberikan fleksibilitas sekaligus mendukung pola mobilitas baru.
Untuk mekanisme diskon transportasi, jadwal dan teknis pelaksanaannya akan diumumkan melalui kanal resmi masing-masing operator, termasuk platform pemesanan daring. Airlangga menyebutkan, anggaran yang dialokasikan khusus untuk program diskon transportasi ini sekitar Rp 200 miliar.
Bantuan Sosial sebagai Penopang
Selain stimulus berbasis mobilitas, pemerintah tetap memperkuat jaring pengaman sosial. Paket bansos pangan disiapkan berupa beras 10 kilogram per keluarga yang akan disalurkan selama dua bulan, disertai dengan distribusi Minyakita untuk periode yang sama. Komponen bansos ini menyerap anggaran terbesar, dengan perkiraan total mencapai Rp 12 triliun.
Dengan kombinasi antara insentif untuk mendorong mobilitas dan bantuan sosial untuk menjaga daya beli kelompok rentan, pemerintah berharap stimulus jumbo ini dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di awal tahun 2026.
