UMS Perkuat Riset Teknologi dengan Lima Guru Besar Baru
Universitas Muhammadiyah Surakarta tambah lima guru besar untuk perkuat riset teknologi, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan….
UMS Perkuat Riset Teknologi dengan Lima Guru Besar Baru
wowresumetemplates.com — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan langkah strategis dalam memperkuat pilar riset teknologi dan pembangunan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui pengukuhan lima guru besar baru, yang diharapkan dapat mendorong kualitas akademik yang lebih inovatif dan relevan dengan tantangan industri global.
Dengan penambahan ini, jumlah guru besar aktif di UMS kini mencapai 70 orang. Dalam jumpa pers yang dihelat untuk memperkenalkan para calon guru besar, masing-masing tokoh memaparkan kontribusi keilmuan mereka di bidang-bidang yang strategis.
Komitmen terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Sekretaris UMS, Andy Dwi Bayu Bawono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para akademisi yang akan dikukuhkan. Ia menegaskan bahwa kehadiran guru besar baru ini akan memberikan warna dan dinamika baru dalam tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Gagasan Inovatif: Technopreneurship
Salah satu gagasan yang menonjol diusung oleh Prof. Suranto, guru besar ke-66 dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Beliau memperkenalkan konsep Technopreneurship, sebuah wadah pemberdayaan yang dirancang untuk calon lulusan.
Konsep ini secara cerdas memadukan perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan prinsip-prinsip kewirausahaan. Inkubasi technopreneurship bertujuan untuk menyelaraskan program pembangunan berkelanjutan sekaligus menjawab persoalan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Metode dan Tujuan Jangka Panjang
“Ini digunakan sebagai metode pembelajaran dan tempat pemberdayaan. Metode ini menjadi skenario pembelajaran sekaligus sarana model untuk penguatan kapasitas masyarakat,” jelas Suranto mengenai implementasi konsepnya.
Harapannya, gerakan technopreneurship ini mampu melahirkan lulusan yang mandiri, inovatif, dan berkarakter islami. Dampak jangka panjang yang diinginkan adalah kontribusi nyata terhadap penurunan angka pengangguran serta penguatan fondasi ekonomi digital di Indonesia.
